Kunci Leher Bebas Nyeri Saat Bangun Pagi
Tidur nyenyak seringkali terganggu hanya karena bantal yang salah. Banyak orang mengeluh leher kaku atau sakit kepala saat bangun, padahal penyebabnya sederhana: bantal tidak mendukung kelengkungan alami leher. Leher manusia memiliki lengkung alami seperti huruf C kecil—jika bantal terlalu tinggi, kepala terdorong ke depan; jika terlalu rendah, leher melorot. Akibatnya, otot tegang sepanjang malam dan pagi hari terasa seperti “salah bantal”.
Untuk tidur telentang, pilih bantal dengan ketinggian 8–10 cm. Bantal jenis memory foam atau lateks alami sangat ideal karena bisa menyesuaikan bentuk kepala tanpa terlalu empuk. Saat kepala tenggelam sedikit, leher tetap sejajar dengan tulang belakang toraks. Jika Anda sering tidur miring, tambahkan bantal lutut—ini bukan aksesoris mewah, tapi trik sederhana agar pinggul tidak miring dan tekanan pada punggung bawah berkurang.
Bagi yang suka tidur tengkurap, sebaiknya kurangi kebiasaan ini. Namun jika sulit dihindari, gunakan bantal tipis atau bahkan tanpa bantal sama sekali. Leher yang terus menerus diputar 90 derajat selama 6–8 jam bisa menyebabkan ketegangan kronis pada otot sternocleidomastoid. Ganti sarung bantal setiap 2–3 hari dan cuci bantal setiap 6 bulan sekali—tungau debu sering menjadi pemicu alergi yang memperburuk ketegangan leher.
Coba tes sederhana: setelah bangun pagi, perhatikan apakah ada rasa kaku di leher atau bahu. Jika ya, catat posisi tidur malam sebelumnya dan sesuaikan bantal. Dalam 1–2 minggu, perubahan kecil ini bisa membuat pagi hari lebih segar tanpa obat penghilang nyeri.
